Selasa, 16 Agustus 2011

Hareem Mesir Itu Bernama Nahla

Sekitar tahun 2009 yang lalu Ana diajak seorang teman saya (Orang Mesir) ke sebuah Gymnasium (tempat olah raga kebugaran) ya tentunya untuk berolah raga bukan untuk makan-makan he..he.., ketika masuk kesana ternyata ada seorang hareem (wanita) sedang ngangkat barble seberat kira-kira 75 kg, pas itu Ana terkesima melihat pemandangan itu woow atletisnya hareem ini, Ana kira hareem arab tu males-males semua sampai body nya pada gemuk atau terkadang hareem arab itu feminim dan suka dandan kecuali orang so'aidy (kampung) barangkali, eh ternyata ada juga hareem yang keker kayak gitu.
Setelah Ana dikenalin oleh temen ana sama tuh hareem, baru deh ana tau nama dia, Nahla Ramadan namanya yang kalau di artikan namanya itu berarti "Lebah", mungkin orang tuanya memberi nama itu karena dia manis, dan memang harus Ana akui dibalik tubuhnya yang atletis tersebut tersimpan wajah yang sangat manis, kalah artis-artis juga manisnya sama Nahla ini apalagi senyumnya, sangat menawan dengan muka khas timur tengah yang luar biasa manisnya itu.
"inta eih ya Ridwan? Rusia?" Nahla nanya sama Ana dalam bahasa mesir, tapi untuk mudahnya Ana terjemahkan saja percakapannya dalam bahasa indonesia, dia pikir Ana ini orang rusia, mungkin dia liat postur badan Ana yang tinggi besar sekitar 2 meter dan jauh lebih tinggi darinya juga jenggot dan jambang yang lebat menghiasi wajah Ana, dalam hati sih ana pikir Rusia dari mane, gak liat ape mata Ana coklat warnanya, rusia kan biasanya biru hehe.... "bukan, Ana orang indonesia", Ana bisa menangkap keheranannya mendengar jawaban Ana barusan, seolah belum yakin dia bertanya lagi, "Wallahi,  kamu yakin?", Ana hanya bisa tersenyum, "Wallah, saya orang indonesia kok", dia masih saja kurang yakin tapi dia tidak meneruskan rasa penasarannya tersebut, kemudian dia bertanya kepada Ana, "ngomong-ngomong, berat badan kamu berapa sih?" Ana bingung ditanya demikian karena memang Ana belum pernah mengukur lagi berapa berat badan Ana, terakhir Ana ngukur dua tahun sebelumnya pas bikin paspor waktu itu, ya sudah Ana jawab aja sekenanya, "mungkin sekitar 90an lebih lah", kemudian dia nyuruh Ana menghampirinya, "coba kamu kesini, berdiri disini!" Ana pun turuti kemauan dia, tiba-tiba dia mencoba untuk mengangkat Ana, baru beberapa centi dia ngangkat Ana, dia kayaknya bisa ngira2 berat badan ana, "kamu bohong Ridwan", sambil agak kesel pandangannya, "berat badan kamu gak segitu", lanjut dia, Ana bilang ke dia, "Ana juga sebenernya gak tau persisnya berapa berat badan Ana", akibatnya dia sedikit kesal dengan Ana, "ya sudah tuh ada timbangan, kamu timbang dulu sana!", dia nyuruh Ana timbang badan, sebenernya Ana paling males yang namanya timbang berat badan, tapi mau gak mau Ana timbang juga akhirnya, begitu ana liat ukuran metrik yang terpampang dalam timbangan tersebut "120" ya salaam, Ana gak sadar ternyata ana seberat itu he..he.., pura-pura gak nyadar.com, akhirnya dia bilang, "tuh kan, kamu bohong sama saya", Ana hanya bisa mengangkat bahu, emang gue pikirin, lagian masa dia gak bisa mengira-ngira berapa berat badan Ana dengan postur seperti ini hadeeh capek deeh.
Dari situ Ana tau bahwa Nahla Ramadan itu adalah juara Angkat besi dan sering kali mendapatkan medali emas di berbagai kejuaraan, pelatihnya adalah ayahnya sendiri, Pak Ramadan namanya, Ana juga bisa berkesempatan berkenalan dengan beliau, beliau sudah agak berumur kira-kira seumuran Abah ana lah akan tetapi memang lebih kekar bodynya dengan janggut yang sebagian memutih, dan Nahla itu sendiri tidak jauh beda umurnya sama Ana, bedanya cuma 4 tahun lebih tua dari Ana, dia mulai angkat besi sejak masih kecil sangat pantas jika di umur 18 dia sudah menjuarai kejuaraan angkat besi dunia putri mewakili negaranya, Mesir.
Setelah sekian lama Ana gak pernah kontak lagi dengannya padahal Ana punya nomor handphone dia, tapi yah tau sendiri Ana orangnya paling males ngisi pulsa jadi pulsanya senantiasa kering kerontang he..he.., tapi sesekali dia SMS ataupun e-mail saya, e-mailnya masih Ana simpan di inbox Ana, sengaja gak dihapus, terkadang dia juga menelfon Ana sekedar menanyakan kabar Ana. hmmmm.... sungguh gadis mesir yang menawan dan unik.
Pada tanggal 25 januari 2011, di mesir meletus sebuah gerakan revolusi besar-besaran yang di kenal dengan nama "Tsaurah 25 Yanayir" yang artinya kurang lebih revolusi 25 januari, yang mana tuntutannya adalah kurang lebih persis seperti reformasi di indonesia 1998 silam yaitu menuntut agar presiden Husni Mubarak turun dari jabatannya sebagai presiden mesir yang sudah memerintah selama kurang lebih 30 tahun lamanya, kejadian tersebut pas sekali setelah ujian termin 1 di Al-Azhar selesai, alhasil mahasiswa asing di negeri piramid ini terpaksa di evakuasi, tak terkecuali indonesia, pemerintah dengan segera mengirimkan beberapa pesawat Garuda Indonesia untuk mengevakuasi mahasiswa indonesia disini, saat itulah setelah sekian lama di banned Pesawat Garuda Indonesia kembali landing di bumi kinanah untuk memulangkan mahasiswa indonesia, konon evakuasi yang menelan biaya milaran rupiah tersebut dibiyayai langsung oleh pemerintah indonesia.
Disaat orang lain sibuk mengemasi barang dan mendaftar evakuasi, Ana masih santai di asrama sambil menikmati kabab onta dan mahsyi he..he.., dan memang waktu itu Ana minta sama panitianya kalaupun ada evakuasi terakhir Ana minta dimasukan terakhir saja, sampai Akhirnya evakuasi dihentikan dan Ana pun tidak jadi pulang ke Indonesia, yang mana akhirnya diganti dengan dana kompensasi, Ana akui memang keadaan waktu itu sangat genting di beberapa daerah walaupun di beberapa daerah terbilang cukup aman termasuk asrama, sampai diberlakukan "Hatr Tagawwul" atau istilahnya waktu siaga dari jam 6 sore sampai jam 7 pagi, alhasil pada waktu tersebut keadaan seperti kota mati, hening, sunyi, senyap, hanya sesekali mobil lewat dan itu pun diperiksa dengan ketat, sampai Akhirnya waktu siaga tersebut dihapuskan setelah presiden Husni Mubarak mengundurkan diri yang mana surat pengunduran dirinya dibacakan oleh wakilnya yaitu Omar Suleiman, dan berangsur angsur keadaan mulai berjalan seperti biasa.
Ketika keadaan sudah berjalan seperti biasa, kantor-kantor sudah berjalan, kuliah sudah dibuka, rakyat mesir pun bekerja sama membersihkan Tahrir Square yang selama masa demonstrasi penuh dengan sampah dan bebatuan kerikil akibat baku hantam antara yang pro dan kontra terhadap presiden Mubarak, dan orang asing pun sudah mulai berani mendatangi Tahrir Square walaupun dengan sedikit pemeriksaan kecil, termasuk Ana waktu itu yang sekedar lewat kesana karena waktu itu Ana mau ke Zamalek, ya mau tidak mau harus lewat kesana, namun anehnya Ana tidak diperiksa oleh siapapun disana entah karena postur badan Ana yang seperti ini ataupun karena Ana mirip dengan mereka, karena waktu itu Ana mencukur licin rambut Ana karena barber shop belum ada yang buka juga temen ana yang ahli cukur masih pada di indonesia akhirnya terpaksa Ana nyukur sendiri tapi jenggot sengaja Ana panjangin gak Ana cukur waktu itu.
Begitu Ana lewat di tempat itu tiba-tiba seseorang memanggil Ana, "Ridwan!", dari suaranya seperti Ana kenal, begitu Ana menoleh,Subhanallah, ya benar, itu suara Nahla, dengan senyuman manisnya dia menghampiri Ana, "Masya Allah Akh Ridwan, tambah besar aja", katanya, "tadinya saya pikir kamu anggota Salafy, pangling saya lihat kamu", lanjut dia, wajar kalo dia ngira Ana salafy soalnya disana ada juga kelompok salafy yang ikut bersih-bersih dan gaya nya persis kayak ana waktu itu padahal ana gak ada maksud buat niru mereka waktu itu, Ana hanya senyum aja mendengarnya, tambah cantik aja Nahla, "nggak Ana bukan salafy, "Ana terpaksa nyukur rambut sendiri, habisnya gak ada tukang cukur yang buka sih", dia tertawa aja denger jawaban ana, "ngomong-ngomong kok kamu gak pulang ke negaramu? kenapa?", dia lanjut nanya ke Ana, ya ana bilang ke dia "ah nggak Ana fine-fine aja disini, gak ada alasan untuk pulang", dia ketawa sambil ngomong, "saya yakin kamu gak akan kuatir, soalnya yang kuatir itu orang lain yang liat kamu haha...", dia ketawa manis sekali tawanya. kemudian Ana balik nanya ke dia, "kamu ikut Tsauroh kemaren?", dia jawab, "iya saya ikut", Ana candain dia, "hayooo jangan-jangan kamu pendukung presiden ya? ngaku?", dia senyum, "nggak kok saya termasuk yang kontra", ana lanjutin, "loh bukannya kamu sering dapet Medali dari presiden, kamu juga banyak foto-foto lagi salaman sama presiden?", dia senyum lagi manis sekali he..he.., "saya ikutan kejuaraan-kejuaraan itu bukan untuk presiden tapi untuk negara saya tercinta, Mesir, dan juga saya ikut demo bukan berarti saya benci dengan presiden mubarak, hanya saja saya kurang setuju dengan kebijakan-kebijakannya, apalagi tahun-tahun terakhir ini", jawaban yang sangat diplomatis dan cerdas, jujur Ana dari awal sudah kagum dengannya, dan dengan senang hati dia menganggap Ana seperti adiknya sendiri, gantian dia yang candain Ana, "mau diangkat lagi gak?", Ana ketawa, "jangan deh Ana jujur sekarang sudah nambah beberapa kilogram", kembali senyumnya terhias dibibirnya, disitulah terakhir kali Ana bertemu dengannya, dan sampai saat ini Ana belum kontak lagi dengannya, dan juga kebetulan udah 2 bulan ini HP Ana juga rusak dan belum punya uang untuk beli, bukan gak ada uang sih, tapi gak ada kemauan ha..ha.., yah itulah hareem mesir yang cukup unik dan friendly, Ana seperti mendapatkan seorang kakak perempuan karena selama ini Ana tidak punya kakak perempuan, laki semua, yah hareem Mesir itu bernama "Nahla".

Minggu, 07 Agustus 2011

Manfaat Habbatussauda


Seiring dengan perkembangan teknologi, tanpa disadari perkembangan terapi modern tidak mutlak mampu meyembuhkan beberapa penyakit, bahkan obat-obatan yang sekarang beredar sebagian ada yang menyimpan efek samping yang membahayakan tubuh manusia.
Rasulullah SAAW. bersabda : ‘ Gunakanlah Al Habbatussauda’, karena didalamnya terdapat obat   utk segala macam penyakit kecuali as Sam (maut)  (HR. Bukhori dan Muslim).
Mengkonsumsi Habbaatussauda’ sebagai obat yang dianjurkan Rasulullah SAAW. tidak begitu dikenal oleh muslimin di Indonesia, Padahal di berbagai negara (Eropa, Amerika dan sejumlah negara Asia) Obat ini mengalami kepoluleran yang sangat nyata dengan dilakukan beberap riset ilmiyah untuk mengungkap kebenaran hadits tersebut. ( diantaranya oleh Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London dll).
Diantara manfaat habbatussauda’ :
Menguatkan sistem kekebalan
Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda’ dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari Collge of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk  penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS.
Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan
Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia.
Meningkatkan Bioaktifitas Hormon
Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon.
Menetralkan Racun dalam TubuhRacun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda’ mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh.
Mengatasi gangguan Tidur dan StressSaponin yang terdapat didalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress.
Anti Histamin
Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dan Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin. Penelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immonologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600vorang yang mederita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang mederita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda’). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda’ kepada pasien yang menderita influenza.
Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri
Habbatussauda’ mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampuh membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin.
Melancarkan Air Susu Ibu
Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussaudadapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989.
Tambahan Nutrisi Pada Ibu Hamil dan Balita
Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak akan mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, 6, 9 yang terdapat dalam habbatussauda merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin.
Anti Tumor
Pada Kongress kanker International di New Delhi , minyak habbatussauda diperkenalkan ilmuwan kanker Immonobiologi Laboratory dari California Selatan, habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan sel-sel kekebalan, inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibody
Nutrisi bagi manusia
Habbatussauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussaudamengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk didalmnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak  dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup oleh karena itu dibutuhkan suplemen tambahan, Habbatussauda dapat mencukupinya.
Dari beberapa sumber

Sabtu, 23 Juli 2011

Salafi ataukah Takfiri?

Salafiyah Tidak seperti yang kami duga sebelumnya, mungkin juga anda, almarhum Syeikh Ghazali, DR. Yusuf Qaradhawi, DR. Ramdhan al-Bouti, DR. Aly Gum’ah –Mufti Mesir, dan sejumlah tokoh Islam lainnya yang selama ini dikenal moderat, ternyata juga tak luput dari hujatan, dibid’ahkan, bahkan kadang dianggap berpikiran sesat, oleh sekelompok orang yang mengaku salafi. Syeikh Ghazali menamakan kelompok yang kerap mengaku paling salafi ini sebagai Salafi-Baru.
Tak cukup individu saja yang dikecam, organisasi-organisasi sosial-keagamaan yang tidak sejalan dengan pemikirannya, seperti Nahdhatul Ulama (NU), Jama’ah Thoriqoh Mu'tabaroh (Thoriqoh yang diakui keabsyahannya di dunia Islam), Ikhwan Muslimin, dll, pun juga kena semprot bahkan dikatakan sesat. Seringkali yang terakhir ini diplesetkan menjadi Ikhwanul Muflisin.
Fenomena ini, dalam konteks kepentingan Islam global, tentu sangat tidak menarik, bahkan mengkhawatirkan! Karena mengganggu soliditas dan persaudaraan umat. Juga mengganggu konsentrasi primer yang lebih mendesak untuk digarap umat Islam dewasa ini, yaitu pendangkalan pemahaman hakikat Islam, mengentas kemiskinan, mengejar ketinggalan dalam bidang pendidikan, hi-tec, wawasan peran global dan hal krusial lainnya.

Terma Salaf
Secara etimologis, kata salaf sepadan dengan kata qablu. Artinya setiap sesuatu yang sebelum kita. Lawan kata salaf adalah khalaf (generasi setelah kita). Kata ini kemudian menjadi sebuah terminologi untuk menunjuk pada generasi keemasan Islam, tiga generasi pertama Islam: para Sahabat, Tabi’in dan Tabi’ Tabi’in atau Salaf Shalih. Istilah ini merujuk pada hadis Nabi:
" خير الناس قرني ثم يلونهم ، ثم الذين يلونهم ، ثم يجىء أقوام تسبق شهادة أحدهم يمينه - ويمينه شهادته - " متفق عليه عليه
Generasi paling bagus adalah masaku ini, kemudian Generasi sesudahnya, kemudian yang datang sesudahnya yang paling amanah persaksiannya diantara mereka. (H.R. Bukhari dan Muslim).

Dalam wacana Islam kontemporer, kata salaf kemudian diimbuhi ya nisbat pada hurup akhirnya: menjadi salafi, kadang juga salafiyah – dengan penambahan ta, setelah ya, untuk menunjuk pada kelompok Islam yang menjadikan cara berpikir dan suluk generasi salaf sebagai sumber inspirasi. Bahkan beberapa kelompok salafi menganggapnya sebagai mazhab.
Terma salafi pada perkembangan berikutnya, mengalami metamorfosis dan tidak bisa diartikan tunggal lagi. Kalimat itu menjadi multi makna. Sikap tak terburu-buru dalam analisis menjadi sebuah keniscayaan ketika menemukan kalimat salafi. Karena pada tingkat sesama pemikir saja, umpamanya, konotasinya bisa berbeda satu sama lain. Misalnya, Goerge Tharabisi dan Aziz Azmah, menggunakan kata salafi untuk sesuatu yang pejoratif: untuk menunjuk arus pemikiran atau kelompok yang anti segala hal yang berbau modernitas dan anti pembaharuan. Lawan dari terma salafi model ini adalah progresif (taqadumi). Sementara, Abid Jabiri, Fahmi jad’an, dan sebagian orientalis menggunakan istilah salafi untuk menunjuk pada setiap gerakan atau pemikiran Islam, yang menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai sumber utama pemikirannya. Makna yang terakhir ini cakupan lebih luas: memasukan banyak tokoh dan kelompok Islam, baik yang moderat, “literal” -dzahiriyah judud, dan semua kecenderungan pemikiran yang menjadikan al-Qur’an dan Hadis sebagai rujukan utama.
Pada tingkatan klaim antar sesama kelompok pengikut salafi, juga tak kalah ruwetnya. Banyak sekali kelompok yang mengklaim dirinya sebagai salafi hakiki. Di Kuwait, misalnya, data menunjukkan ada lima kelompok yang sama-sama mengaku sebagai salafi, satu sama lain saling kecam dan mendaku sebagai yang paling sah.
Sejatinya, salaf bukanlah sebuah mazhab dan juga bukan personifikasi individu. Seperti pernah disinggung di atas, ia adalah sebuah generasi yang disabdakan Nabi sebagai generasi terbaik, yang mencakup tiga generasi Islam pertama. Kenapa dianggap yang terbaik? Karena mereka adalah generasi yang paling dekat, dengan pengertian seluas-luasnya, dengan masa kenabian. Terutama generasi pertama yang langsung dapat bimbingan dari Rasulullah Saw. Apa makna hadis ini bagi generasi setelahnya? Hadis ini mengajak kita semua untuk menjadikan metode berpikir dan cara bersikap mereka sebagai sumber inspirasi. Bukan malah dijadikan mazhab! Maka tak semua yang mengaku salafi akan otomatis berpikiran kolot. Tergantung kepada artikulasi dan cara memahami pola berpikir dan suluk salaf shalih itu sendiri. Dalam pandangan saya, salafi sejati tidak akan berpikir dan bersikap kaku. Dan kata salaf sendiri secara bahasa sangat netral dan sama sekali tidak mengandung arti pejoratif.
Hanya saja, karena berbagai faktor, pada akhirnya, istilah salafi sangat identik dengan kelompok Wahabi, sebuah aliran yang didirikan Syeikh Muhamad Bin Abdul Wahab (1703-1791) di Najd, Arab Saudi. Sebagian dari mereka, ada perasaan bahwa dirinya lah yang paling salafi. Mereka sendiri, sebetulnya lebih enjoy dipanggil salafi, daripada Wahabi.
Tapi, sayangnya ditangan mereka, makna salafi kemudian dicederai, dikerangkeng pada permasalahan furu’iyah dan perdebatan-perdebatan lama ulama klasik, baik di bidang Fikih, Ilmu Kalam, Tashawuf. Dalam Fikih mereka lebih konsen: membid’ah-bid’ahkan tradisi maulid nabi, ziarah, tawasul dan yang sejenisnya. Dalam Ilmu Kalam, alih-alih menanamkan hakikat makna tauhid, mereka memperdebatkan kembali tentang, misalnya, asma wa sifat dan bahayanya menta’wil ayat ar-Rahmanu ‘ala al-’arsyi istawa dengan tawil sebagai kinayah dari keagungan Allah Swt, dll. Mereka akan mengecam siapa pun yang tidak sejalan dengan alur pemikirannya. Tak heran, kalau dicermati karya-karyanya, maka kita akan menemukan daftar-daftar bid’ah mulai yang klasik sampai bid’ah kontemporer. Judulnya pun bisa kita tebak seputar rad wa al’tirad mandul: fulan dalam timbangan Islam, mengcounter pemikiran fulan atau menelanjangi pemikiran fulan. Tentu saja bukan berarti kita tidak boleh untuk mendiskusikan kembali soal-soal di atas. Yang tidak boleh adalah menjadikan permasalahan di atas sebagai prioritas utama.

Tulisan ini dimaksudkan sebagai pengantar singkat untuk membedah dan mendiskusikan kembali metode dan gerakan Salafi-Wahabi saja. Tak akan membahas gerakan salafi secara umum. Sudah kita maklumi semua, akhir-akhir ini, dalam beberapa hal, sebagian oknum yang berafiliasi pada kelompok Salafi-Wahabi dianggap kerap melakukan tindakkan-tindakkan yang berpotensi merusak citra Islam, meresahkan dan banyak menimbulkan perpecahan dikalangan intern umat Islam. Tidak hanya di Timur Tengah, tapi juga di negara-negara dimana ada komunitas Islamnya, termasuk di Barat. “Lawannya” pun di batasi hanya dari kelompok-kelompok moderat saja: Syeikh Qaradhawi cs. Artinya, kritikan-kritkan keras Wahabi yang ada di tulisan ini, ditunjukkan buat tokoh-tokoh di atas yang selama ini dianggap moderat dan diakui otoritas keilmuannya. Poinnya, betapa sama tokoh moderat pun Wahabi masih merasa kegerahan. Sebelum mengenal lebih jauh tentang dasar pemikiran Salafi-Wahabi, ada baiknya kita petakan secara sederhana dulu gerakan awal salafi, dengan menjadikan Mesir, Maroko dan Saudi sebagai sampel.

Peta Gerakan Salafi
Gerakan Salafi, lebih-lebih mulai awal abad 19 M. tidak hanya disuarakan di Arab Saudi saja, tapi juga di berbagai negara Islam, diantaranya Mesir, dan Maroko. Yang menyatukan gerakan salafi ditiga negara itu adalah keseriusannya terhadap pemberantasan bid’ah, purifikasi akidah, perlawanan atas gerakan tasawuf. Mungkin karena suasana dan tuntutan lingkungan yang berbeda, membuat Salafi Maroko dan Mesir dengan Jamaludin al-Afghani dan Muhamad Abduh sebagai pionirnya kemudian mempunyai kekhasan yang tidak dimiliki Salafi-Saudi atau Salafi-Wahabi. Misalnya, Salafi Maroko dan Mesir bisa lebih terbuka dengan modernitas dan tidak berhenti berkutat pada persoalan purifikasi akidah saja. Mereka mengalami lompatan perjuangan. Dalam kasus salafi Mesir, mereka langsung bergelut dengan problem kebangsaan yang sedang dihadapi. Abduh berani melakukan pembaharuan keagamaan, bahasa Arab dan reformasi fundamental metode pendidikan di universitas al-Azhar. Salafi Mesir juga bergabung bersama pemerintah mengangkat senjata untuk mengusir penjajahan Perancis. Hal yang sama pun berlaku bagi kelompok Salafi Maroko.
Sementara Salafi Arab Saudi dihadapkan pada kenyataan lain. Mereka sibuk bertempur dengan saudara seagama. Secara eksternal dan dengan diback-up Inggris, mereka berperang melawan Dinasti Ustmani. Pada  tingkat internal mereka keasyikan melakukan purifikasi akidah dan memberantas tarekat-tarekat sufi yang saat itu berkembang pesat di Arab Saudi. Latar belakang inilah mungkin yang kemudian bisa menjelaskan kenapa kelompok salafi Arab Saudi sangat keras: berpikir sempit dan kolot.

Dasar-Dasar Pemikiran Salafi-Wahabi
Apresiasi kita sama Wahabi yang sangat peduli dengan laku sunah, otentifikasi sanad hadis, purifikasi akidah dengan memberantas bid’ah-bid’ah, tak bisa menghapus kesan kuat, bahwa secara umum, baik dalam bidang pemikiran, keagamaan, sosial dan politik sebagian orang yang berafiliasi kepada Wahabi banyak mengadopsi pendapat-pendapat keras-kaku. Mulai dari mengharamkan sistem demokrasi, sistem partai, konsep nation-state, kepemimpinan wanita –bahkan wanita tidak boleh menyetir mobil sendiri, membid’ahkan maulid Nabi, ziarah kubur, zikir jama’ah, anti sufi sampai fatwa haram menggunakan sendok makan (lihat misalnya fatwa salah satu tokoh Salafi-Wahabi Yaman, Syeikh Muqbil dalam bukunya: as-Shawaiq Fi Tahrim Malaiq atau Halilintar: Tentang Haramnya Memakai Sendok.

Mencermati daftar permasalahan-permasalahan yang disesatkan-dibid’ahkan oleh mereka, maka kita akan berkesimpulan, bahwa kebanyakan daftar itu masuk wilayah mukhtaf fihi: suatu wilayah yang masih dan akan selalu diperdebatkan karena berangkat dari dalil yang tidak qath’i ats-tsubut wa ad-dilalah atau tidak ada ijma ulama. Sebetulnya sikap ulama klasik sudah sangat jelas dan bijak, bahwa dalam wilayah yang masih mukhtalaf fihi, siapa pun tidak boleh memaksakan pendapatnya. Karena akan terjebak pada fanatisme bermazhab dan perpecahan seperti sekarang ini. Semua orang bebas dengan pilihannya.

Pertanyaannya: apa gerangan yang menyebabkan konsentrasi mayoritas dari mereka tersedot pada hal-hal yang masih diperdebatkan? Apa yang membuat mereka seolah lupa bahwa masalah pokok umat Islam sekarang adalah kemiskinan, ketinggalan dalam bidang pendidikan, hi-tech dan bidang primer lainnya?

Realitas di atas terjadi karena dasar pemikiran mereka banyak berlandaskan pada, diantaranya:
1.Ada pembalikan skala prioritas pada cara berpikir dan bertindaknya. Misalnya, mereka lebih memilih meneriakan slogan bid’ah-sesat pada orang yang merayakan acara maulid, ziarah kubur, dll yang hukumnya masih mukhtaf fihi, walapun berpotensi mengancam persatuan umat. Karena jelas sikap keras itu akan menimbulkan ketersinggungan dan menimbulkan aksi balas yang kontra-produktif.
2.Dalam bidang pengetahuan agama, mereka terlalu konsen dengan menghafalkan tumpukan matan-syarah kitab, dan sibuk dengan fikih furu’iyah yang sering tidak di bandingi dengan pengetahuan kontemporer, sehingga yang terjadi adalah keluarnya fatwa-fatwa keras pada soal khilafiyah yang sering bertabrakan dengan kemaslahatan umat.
3.Menutup pintu kebenaran dari pendapat orang lain. Seolah yang benar hanya dirinya saja. Efeknya mereka menekan orang lain untuk ikut pendapatnya. Bahkan sebagian dari mereka tak segan untuk menyesatkan ulama yang berfatwa kebalikan dari pendapatnya. Lihat misalnya kasus yang menimpa pengarang buku best seller, La Tahzan, Dr. ‘Aidh al-Qarni yang dikecam habis gara-gara berfatwa wanita boleh tak memakai cadar dan boleh ikut pemilu. Hal yang sama juga pernah menimpa almarhum Syeikh Ghazali dan Syeikh Qaradhawi.
4.Sering me-blowup permasalahan ajaran sufi, ziarah kubur, maulid nabi, tawasul dan sejenisnya, seolah-olah ukuran tertinggi antara yang hak dan bathil. Tapi pada saat yang sama mereka tidak peduli pada kebijakan publik dari pemerintahnya yang kadang tidak berpihak pada kepentingan rakyat dan umat Islam. Mereka taat total pada penguasa yang kadang kebijakannya tidak arif. Sangat jarang, kalau tak dikatakan tak ada, tokoh-tokoh Wahabi melakukan kritik pedas pada pemerintahan Arab saudi soal soal sistem pemerintah, kebijakan penjualan minyak, kebijakan politik luar negeri, lebih-lebih mengkritik “kedekatan” pemerintahanya sama Amerika dan sekutunya.
5.Terlalu mengagungkan tokoh-tokoh kuncinya, semisal Ibnu Taymiah, Bin Baz, dll, sehingga mengurangi nalar kritis. Padahal, pada saat yang sama mereka berteriak anti taklid!
6.Terlalu asyik dengan permasalahan mukhlataf fihi, sehingga sering lalai dengan kepentingan global umat Islam
7.Terlalu tekstualis, sehingga sering menyisihkan pentingnya akal dan kerap alergi dengan hal-hal baru.

Poin-poin di atas, menggiring kita pada kesimpulan bahwa Salafi-Modern mengalami krisis metodologis dan krisis fikih prioritas. Maka tak terlalu mengherankan kalau mereka juga biasa mengecam keras, dan sering gerah dengan sikap dan pendapat tokoh yang saya sebutkan di mukadimah yang dikenal moderat dan mumpuni secara keilmuan. Kesimpulan ini tentu tidak bisa digenerilisir begitu saja kepada semua Salafi-Wahabi. Karena ini sikap yang tidak ilmiah dan tak adil. Tapi, minimal, kalau kita amati buku-buku yang beredar tentang salafi yang ditulis oleh kalangan mereka, juga mengamati milist, maupun website yang dikelolanya, sedikit banyak anda mungkin akan setuju dengan kesimpulan saya. Lebih-lebih kalau yang dijadikan sampel adalah kalangan generasi mudanya.

Ada satu hal yang perlu digarisbawahi, dengan kritikan ini tidak berarti kita memandang remeh pada hal-hal yang mereka bahas. Juga tak berarti mereka tidak boleh memilih pendapat-pendapat yang menjadi keyakinannya. Itu adalah hak mereka. Yang salah adalah ketika pendapat-pendapat itu diekspor melewati teritorialnya kemudian dipaksakan kepada orang lain. Dan siapa saja yang menolak atau tidak ikut pendapatnya maka akan dihukumi bid’ah, bodoh akan hukum Islam dan disesatkan!

Yang paling mengkhawatirkan bagi saya, krisis ini menyebabkan mereka sering kehilangan akal kesadaran akan kepentingan global umat Islam, bahwa kita sedang dikepung arus globalisasi dan era pasar bebas yang tak mungkin dihindari. Arus ini bisa menggerus siapa saja yang tak berdaya. Ya, saya takut kita kehilangan rasa persaudaran, rasa sepenanggungan dan militansi akan kepentingan umat Islam! Padahal sekarang ini umat Islam bukan pemegang pentas dunia, baik sosial, politik maupun ekonomi. Artinya kita butuh ukhuwah untuk menegaskan identitas kita, lebih dari pada masa-masa sebelumnya. Bukan Ukhuwah yang hanya berhenti untuk membangkitkan romantisisme masa kejayaan silam. Ukhuwah yang dimaksud adalah untuk membangkitkan tekad membangun kembali peradaban Islam.

Sebagai penutup, marilah kita sadar fikih prioritas dan saling bahu-membahu pada hal yang kita sepakati, dan memberikan kebebasan memilih pada hal yang masih mukhtalaf fihi. Dan dalam bidang hukum Islam, khususnya, dan pemikiran pada umumnya mestinya sekarang ini jangan hanya mencukupkan diri pada apa yang telah dihasilkan ulama klasik sambil berteriak: ma taraka al-awal lil-akhir! (bahwa semuanya telah dibahas ulama klasik). Tapi harus menggabungkan antara apa yang pernah diwariskan ulama klasik dengan produk kontemporer. Dengan begitu kita tak tercerabut dari akar identitas kita, juga tak kaku-gagap dengan segala hal kebaruan. Konsep ini berdasarkan pada kenyataan bahwa setting formulasi-formulasi pemikiran ulama klasik banyak dihasilkan tepat pada saat umat Islam memegang kendali dunia. Ingat data sejarah mencatat -+ 700 tahun kita memegang peradaban dunia. Misalnya saja konsep bahwa non muslim yang tinggal di negara Islam harus mengenakan pakaian tertentu atau konsep uang yang wajib dizakati adalah uang yang berbentuh dinar dan dirham saja. Padahal dua jenis uang itu, kesaktiannya telah digantikan oleh uang kertas, khususnya dollar, dll.

Realitas saat ini sangat berbeda. Umat Islam sedang terpuruk dalam banyak hal. Data dilapangan menunjukan 50% umat Islam pendapatan perkapitanya dibawah 2 dollar. Dengan pendapatan itu jangan berpikir bisa meningkatan kualitas pendidikan. Membuat anaknya tidak kelaparan saja sudah sangat layak mendapatkan gelar Bapak Teladan!

Akibat dari keterpurukan ini maka cermatilah hasil-hasil keputusan hukum fikih yang ditelorkan baik, oleh Majma’ Buhust Mesir, Bahtsul Masail PBNU, Majelis tarjih PP. Muhamadiyah, dll seringkali yang temukan adalah fikih solusi, bukan hukum normal yang berdiri dengan gagah. Kaidah adh-dharurat tubihu al-mahdhurat, al-amru idza dzaka it-tasa’, konsep sadz- adz-dzari, dan kaidah-kaidah lain yang mengisyaratkan kita dalam posisi “kalah hidup” pun menjadi kaidah yang paling laris. Kenapa? Karena realitas kebijakan hitam-putih dunia sekarang ini tidak ditangan kita. Mereka yang punya otoritas kebijakan dunia. Bukan kita! Sekarang pertanyaannya: Sudah siapkah kita untuk lebih mendahulukan persatuan dan kepentingan umat?